Selasa, 27 April 2010

teruntuk..

...Kita berkumpul bersama bernyanyi dan menari
Ada canda ada tawa, sukaria dan gembira, di dalam hati kita..

[Lagu TO, SMA Labschool]

aku mengutip itu bukan karena itu adalah gambaran kita setiap saat. Tapi kutipan itu lebih berarti daripada hanya 'itu' karena memang begitulah kita. Tidak ada menari, memang, hal itu sangat jarang dilakukan.

Tapi bernyanyi? tertawa? bercanda? tidakkah kita gembira?

Memang tidak selalu gembira. Ada kepedihan disitu, rasa penat, putus asa, isak tangis, tapi kita selalu tersenyum, pada akhirnya.

Aku bukan seseorang yang selalu 'ada' untuk kelas ini. Aku tidak termasuk salah satu yang selalu berinisiatif menjadikan kelas ini akrab satu dan lainnya. Tapi aku adalah bagian dari kebahagiaan ini. Menjadi sulit melepasnya. Karena ikatannya dalam dan membuatku nyaris terbelit, usang.

Banyak yang ingin kulakukan dengan kalian, lebih banyak lagi yang ingin kukatakan. Tapi toh ada saatnya perjalanan kita berakhir. Kita menjalani banyak hal dan kita mengalami banyak hal. Namun sesuatu harus berhenti sebelum memulai sesuatu yang lain.

Akselerasi, dua belas IPA 5, apapun nama kita (even MAKSIM), kita satu. Satu arah, satu tujuan, dan satu.

--Tyas, absen 4 Kelas Akselerasi angkatan 11 SMA Labschool Jakarta--

Sabtu, 03 April 2010

TRUTH OR DARE

Dengan post ini, saya mengakui si Bia mengungguli saya, *walopun ga ngerti dia unggul dimana* =))

Kamis, 11 Februari 2010

Untuk apa ini?
Kelakar kecil diujung pagi
Aku ingin gila
BIar saat kau siksa, aku tak merasa

Ada apa ini?
Pelitur kecil di ujung jari
Mencoba membenarkan
Setelah dengan anggun kau patahkan

Berulangkali kau bilang aku yang salah
Sejuta kali kuucapkan maaf
Namun tak satupun kau dengar

Lalu untuk apa maafku?
Sekedar pemuas dahagamu?
Atau kesia-siaan yang kau cinta?
Biar sia-sia hidupku selamanya

Apa kau peduli?
Tidak usah kau jawab
Aku tahu pasti reaksimu
Akan kau tatap aku dengan remeh

Aku cinta kau
Dulu
Panggil aku patetik
Selalu

-01022010

Jumat, 29 Januari 2010

:3

Fuyu, di mana kau? Apakah kau bisa merasakanku? Aku tersungkur di sini. Memikirkanmu tiap kali. Detik terus berlalu Fuyu, tapi aku tetap tidak bisa melupakanmu. Bagaimana denganmu? Masihkah tak terjamah? Atau kau mulai kelabu?

Aku butuh engkau di sini. Sekedar pemangku hati yang mulai bernyayi. Merintih, perih. Bahkan tanganku mulai tak terasa, padahal aku hanya bisa berbicara lewat nada. Apa aku harus meledak? Biar kutemukan dirimu saat aku jadi abu.

Masih terbayang senyummu yang ceria. Tumpuan kala bintang tak lagi bisa kupuja. Apa harus aku menunggu musim dingin? Biar merah darahku tertetes di salju yang putih. Apa yang harus kulakukan Fuyu? Beritahu aku! Biar tak sia-sia kulit ini kubuka, biar tak merana kala darah ini tercecer. Biar aku, bisa menatapmu. Sekali lagi.

-satu catatan penuh makna untuk Bia.
25.01.10

mencoba

Aku bersembunyi
Dalam bilik kecil berteman sunyi
Aku berdoa
Dalam luasnya cakrawala

Aku mengalah
Dalam cinta tak terpapah
lalu aku berhenti
Dalam keagungan sejati

Kemana dunia saat kucoba memuja?
Keheningan menghentikan seluruh waktu yang mencinta
Titik embun menetes mungil di daun
Lalu dimana cinta yang mengaku anggun?

Merana tak terkira
Terluka hingga tiada
Aku terpuruk!
Meronta-ronta, sasaran empuk

Aku mencoba pergi
Berhenti lagi di malam sepi
Katamu cinta tak berpamrih
Tapi di sini aku, berteman perih

-coretan saat stuck di Try Out bahasa Indonesia
25.01.10

Selasa, 19 Januari 2010

:|a

Apabila aku berkata, “aku kecewa.” Apa kau akan ada disini untuk mendengar?
Jika aku benar bertanya, “apa aku diinginkan?” Apa kau akan menjawab?
Kalau saja cangkirku tidak kosong hari ini, maukah kau datang dan menyapaku?

Napasku sesak malam ini.
Dan belati rasanya dingin diantara batas nadi
Kecantikan tiada tara tidak pernah tampak berharga
Karena bukan engkau yang meminta

Kepakkan sayap, jejakkan kaki
Hembuskan napas, tenangkan jari
Aku membara, layaknya api yang bersuara
Lalu untuk apa aku disini?

Bus malam, pesawat pertama, kereta uap dan kuda
Kendaraan berlalu lalang menyebabkan keramaian
Namun apa yang terjadi dengan segala rasa kesendirian ini?

Menyayangi tidak sama dengan mencinta
Karena sayang tidak pernah bisa bergelora
Lalu kenapa kau selalu menyangkal dan menghindar?

Cantik itu sebuah relativitas, rumus fisika dan segala anteknya
Lalu apa rasa juga adalah relatif?
Omong kosong menjijikan, dan dunia sudah pasti turun tangan.


-suatu ketikan dengan pikiran kosong saat pelajaran Kimia

:|

Reset.
Mematikan, mengulang dari awal.

Aku tidak akan tahan mematikan ini
Lebih-lebih mengulang suatu memori

Menyakitkan kau tahu?
Membuatmu merasakan pahit dan kelabu

Apa yang kau cari?
Apa bisa kau temukan sendiri?

Butuhkah engkau pada diriku yang mencinta?
Jungkir balik menata hati yang merana.

Lelah
Menyerah

Aku takut menjadi abu
Karena kau membakarku

Coba rasakan rasanya tergerus benang
Dan kau tidak akan lagi mengenang

Sudahlah
Percuma

Kau tak akan sadar aku disini
Aku terpuruk, tersungkur mati

Senin, 04 Januari 2010

random

ehm. terus gue ngapain ya disini?

meracau


gue pengen meracau sampe puas, gue pengen tumpahin semua yang ada di otak sampe gila. Tapi gimana caranya?

nah, oke, gue mulai tampak gila. Setidaknya gue berusaha jujur dan memberikan solusi buat gue untuk jadi gila buat diri gue sendiri, karena ya... beginilah kalau berjuang untuk hidup waras ditengah ketidak-warasan di sekitar gue. (oke, tanda-tanda pertama gue meracau sudah tampak)

Gue bosen.

bosen jadi anak baik, bosen mau-mau aja jadi boneka tangan orang.

gue amat bosen. :|

tapi gue ga punya siapapun untuk disalahkan. Gue sadar kalo ini ya salah gue sendiri.

terus mau apa lagi dong?

Minggu, 03 Januari 2010

Speak?

Hai (lagi)

sejujurnya, gue mempunyai banyak, buanyak sekali hal yang ingin gue ungkapkan di blog ini. Soalnya ini satu-satunya blog gue yang bener-bener gue fungsikan sebagai 'blog' yang kurang lebih orang artikan sebagai buku harian di internet. Ah, well, gue sendiri bukan jenis orang yang suka curhat, maaf aja.

Tapi gue pengen memperkenalkan diri, setidaknya. Nama gue Tyas, yah memang gak cuma tyas, ada tambahan nama. Tapi cukup Tyas aja, nama panggilan paling umum yang gue terima dari rumah, sekolah, tempat les, sampai NW. Hmm, apa ya? Sifat? Kalau dari luar, gue; cerewet, playful, sangat iseng, happy-go-lucky (c)Dhilla, dan yah.. Begitulah. Itu kalau dari luar. Kalau di dalemnya... Gue itu asosial, ngambekkan, pendiem, melankolis, dan lebih memilih nangis daripada ketawa.

Bertolak belakang? Memang.

Gue lebih nyaman pake yang dari luar itu. Dan yang di dalem biasanya baru kekuar kalau gue lagi baca buku, yeah.

Gue kelas 12 akselerasi di SMA Labschool, absen 4. Seorang fangirl multifandom yang tergila-gila dengan Jpop dan Kpop. Hm, gue anak bungsu dari dua bersaudara, abang gue sekarang kelas 11 SMM di Perguruan Cikini. Yeah, dia abang gue, jangan tanya kenapa dia jadi adek kelas gue. Panjang ceritanya.

Terus apalagi ya? Ah sudah. Gue dari hape. Ciao.

Sabtu, 02 Januari 2010

first time

owh, hai?

ini, blog ke-lima gue. menghitung multiply, dua LJ, dan satu blog gue pas masih smp dan udah ga jelas isinya. Blog ini pengen gue bikin lebih serius. sungguh.

er, maksud gue lebih serius adalah; gue pengen bikin blog ini lebih 'berguna' buat gue, dan NW. Hm. Doakan gue berhasil.

-tee