Rabu, 17 Desember 2014

Halo lagi.


Ternyata saya ingat mengganti email akun ini dengan akun gmail saya. Sisa-sisa kejayaan dimana saya masih cukup fasih menulis. Sementara sekarang yang tersisa hanya kedewasaan yang menyedihkan. Hilang sudah hal-hal yang membuat saya menggali semua inspirasi untuk sekedar menoreh puisi, keindahan datang ketika hati merasakan, dan ketika dia stagnan, keindahan tidak pernah lagi mau hinggap barang sekejap.

Tinggalah otak, tinggalah logika. Untuk kemudian menjadi tidak bermakna.

Apabila masih ada yang membaca, wadah yang sudah dua tahun  berdebu ini ingin saya coba untuk diurus kembali. Mencari keindahan. Apa saya masih bisa menganggap diri saya penulis dan apakah saya masih pantas menaruh 'menulis' sebagai hobi saya atau itu cuma remah-remah masa lalu saja. Mungkin tidak lagi berbentuk diary, hanya tulisan serabutan sesuai keinginan.

Tapi saya sangat rindu menulis. Saya rindu merangkai kata tanpa harus berhubungan dengan logika. Saya rindu menuang segala bentuk cinta pada kalimat padat, atau remahan frasa yang begitu tidak beraturan. Mungkin menyedihkan, bisa jadi menyebalkan.

Yang penting saya ingin bisa memberikan tulisan. Lagi.