Untuk apa ini?
Kelakar kecil diujung pagi
Aku ingin gila
BIar saat kau siksa, aku tak merasa
Ada apa ini?
Pelitur kecil di ujung jari
Mencoba membenarkan
Setelah dengan anggun kau patahkan
Berulangkali kau bilang aku yang salah
Sejuta kali kuucapkan maaf
Namun tak satupun kau dengar
Lalu untuk apa maafku?
Sekedar pemuas dahagamu?
Atau kesia-siaan yang kau cinta?
Biar sia-sia hidupku selamanya
Apa kau peduli?
Tidak usah kau jawab
Aku tahu pasti reaksimu
Akan kau tatap aku dengan remeh
Aku cinta kau
Dulu
Panggil aku patetik
Selalu
-01022010
Kamis, 11 Februari 2010
Langganan:
Postingan (Atom)
