Kamis, 11 Februari 2010

Untuk apa ini?
Kelakar kecil diujung pagi
Aku ingin gila
BIar saat kau siksa, aku tak merasa

Ada apa ini?
Pelitur kecil di ujung jari
Mencoba membenarkan
Setelah dengan anggun kau patahkan

Berulangkali kau bilang aku yang salah
Sejuta kali kuucapkan maaf
Namun tak satupun kau dengar

Lalu untuk apa maafku?
Sekedar pemuas dahagamu?
Atau kesia-siaan yang kau cinta?
Biar sia-sia hidupku selamanya

Apa kau peduli?
Tidak usah kau jawab
Aku tahu pasti reaksimu
Akan kau tatap aku dengan remeh

Aku cinta kau
Dulu
Panggil aku patetik
Selalu

-01022010