Jumat, 29 Januari 2010

:3

Fuyu, di mana kau? Apakah kau bisa merasakanku? Aku tersungkur di sini. Memikirkanmu tiap kali. Detik terus berlalu Fuyu, tapi aku tetap tidak bisa melupakanmu. Bagaimana denganmu? Masihkah tak terjamah? Atau kau mulai kelabu?

Aku butuh engkau di sini. Sekedar pemangku hati yang mulai bernyayi. Merintih, perih. Bahkan tanganku mulai tak terasa, padahal aku hanya bisa berbicara lewat nada. Apa aku harus meledak? Biar kutemukan dirimu saat aku jadi abu.

Masih terbayang senyummu yang ceria. Tumpuan kala bintang tak lagi bisa kupuja. Apa harus aku menunggu musim dingin? Biar merah darahku tertetes di salju yang putih. Apa yang harus kulakukan Fuyu? Beritahu aku! Biar tak sia-sia kulit ini kubuka, biar tak merana kala darah ini tercecer. Biar aku, bisa menatapmu. Sekali lagi.

-satu catatan penuh makna untuk Bia.
25.01.10

0 komentar:

Poskan Komentar