Fuyu, di mana kau? Apakah kau bisa merasakanku? Aku tersungkur di sini. Memikirkanmu tiap kali. Detik terus berlalu Fuyu, tapi aku tetap tidak bisa melupakanmu. Bagaimana denganmu? Masihkah tak terjamah? Atau kau mulai kelabu?
Aku butuh engkau di sini. Sekedar pemangku hati yang mulai bernyayi. Merintih, perih. Bahkan tanganku mulai tak terasa, padahal aku hanya bisa berbicara lewat nada. Apa aku harus meledak? Biar kutemukan dirimu saat aku jadi abu.
Masih terbayang senyummu yang ceria. Tumpuan kala bintang tak lagi bisa kupuja. Apa harus aku menunggu musim dingin? Biar merah darahku tertetes di salju yang putih. Apa yang harus kulakukan Fuyu? Beritahu aku! Biar tak sia-sia kulit ini kubuka, biar tak merana kala darah ini tercecer. Biar aku, bisa menatapmu. Sekali lagi.
-satu catatan penuh makna untuk Bia.
25.01.10
Jumat, 29 Januari 2010
mencoba
Aku bersembunyi
Dalam bilik kecil berteman sunyi
Aku berdoa
Dalam luasnya cakrawala
Aku mengalah
Dalam cinta tak terpapah
lalu aku berhenti
Dalam keagungan sejati
Kemana dunia saat kucoba memuja?
Keheningan menghentikan seluruh waktu yang mencinta
Titik embun menetes mungil di daun
Lalu dimana cinta yang mengaku anggun?
Merana tak terkira
Terluka hingga tiada
Aku terpuruk!
Meronta-ronta, sasaran empuk
Aku mencoba pergi
Berhenti lagi di malam sepi
Katamu cinta tak berpamrih
Tapi di sini aku, berteman perih
-coretan saat stuck di Try Out bahasa Indonesia
25.01.10
Dalam bilik kecil berteman sunyi
Aku berdoa
Dalam luasnya cakrawala
Aku mengalah
Dalam cinta tak terpapah
lalu aku berhenti
Dalam keagungan sejati
Kemana dunia saat kucoba memuja?
Keheningan menghentikan seluruh waktu yang mencinta
Titik embun menetes mungil di daun
Lalu dimana cinta yang mengaku anggun?
Merana tak terkira
Terluka hingga tiada
Aku terpuruk!
Meronta-ronta, sasaran empuk
Aku mencoba pergi
Berhenti lagi di malam sepi
Katamu cinta tak berpamrih
Tapi di sini aku, berteman perih
-coretan saat stuck di Try Out bahasa Indonesia
25.01.10
Selasa, 19 Januari 2010
:|a
Apabila aku berkata, “aku kecewa.” Apa kau akan ada disini untuk mendengar?
Jika aku benar bertanya, “apa aku diinginkan?” Apa kau akan menjawab?
Kalau saja cangkirku tidak kosong hari ini, maukah kau datang dan menyapaku?
Napasku sesak malam ini.
Dan belati rasanya dingin diantara batas nadi
Kecantikan tiada tara tidak pernah tampak berharga
Karena bukan engkau yang meminta
Kepakkan sayap, jejakkan kaki
Hembuskan napas, tenangkan jari
Aku membara, layaknya api yang bersuara
Lalu untuk apa aku disini?
Bus malam, pesawat pertama, kereta uap dan kuda
Kendaraan berlalu lalang menyebabkan keramaian
Namun apa yang terjadi dengan segala rasa kesendirian ini?
Menyayangi tidak sama dengan mencinta
Karena sayang tidak pernah bisa bergelora
Lalu kenapa kau selalu menyangkal dan menghindar?
Cantik itu sebuah relativitas, rumus fisika dan segala anteknya
Lalu apa rasa juga adalah relatif?
Omong kosong menjijikan, dan dunia sudah pasti turun tangan.
-suatu ketikan dengan pikiran kosong saat pelajaran Kimia
Jika aku benar bertanya, “apa aku diinginkan?” Apa kau akan menjawab?
Kalau saja cangkirku tidak kosong hari ini, maukah kau datang dan menyapaku?
Napasku sesak malam ini.
Dan belati rasanya dingin diantara batas nadi
Kecantikan tiada tara tidak pernah tampak berharga
Karena bukan engkau yang meminta
Kepakkan sayap, jejakkan kaki
Hembuskan napas, tenangkan jari
Aku membara, layaknya api yang bersuara
Lalu untuk apa aku disini?
Bus malam, pesawat pertama, kereta uap dan kuda
Kendaraan berlalu lalang menyebabkan keramaian
Namun apa yang terjadi dengan segala rasa kesendirian ini?
Menyayangi tidak sama dengan mencinta
Karena sayang tidak pernah bisa bergelora
Lalu kenapa kau selalu menyangkal dan menghindar?
Cantik itu sebuah relativitas, rumus fisika dan segala anteknya
Lalu apa rasa juga adalah relatif?
Omong kosong menjijikan, dan dunia sudah pasti turun tangan.
-suatu ketikan dengan pikiran kosong saat pelajaran Kimia
:|
Reset.
Mematikan, mengulang dari awal.
Aku tidak akan tahan mematikan ini
Lebih-lebih mengulang suatu memori
Menyakitkan kau tahu?
Membuatmu merasakan pahit dan kelabu
Apa yang kau cari?
Apa bisa kau temukan sendiri?
Butuhkah engkau pada diriku yang mencinta?
Jungkir balik menata hati yang merana.
Lelah
Menyerah
Aku takut menjadi abu
Karena kau membakarku
Coba rasakan rasanya tergerus benang
Dan kau tidak akan lagi mengenang
Sudahlah
Percuma
Kau tak akan sadar aku disini
Aku terpuruk, tersungkur mati
Mematikan, mengulang dari awal.
Aku tidak akan tahan mematikan ini
Lebih-lebih mengulang suatu memori
Menyakitkan kau tahu?
Membuatmu merasakan pahit dan kelabu
Apa yang kau cari?
Apa bisa kau temukan sendiri?
Butuhkah engkau pada diriku yang mencinta?
Jungkir balik menata hati yang merana.
Lelah
Menyerah
Aku takut menjadi abu
Karena kau membakarku
Coba rasakan rasanya tergerus benang
Dan kau tidak akan lagi mengenang
Sudahlah
Percuma
Kau tak akan sadar aku disini
Aku terpuruk, tersungkur mati
Senin, 04 Januari 2010
random
ehm. terus gue ngapain ya disini?
meracau
gue pengen meracau sampe puas, gue pengen tumpahin semua yang ada di otak sampe gila. Tapi gimana caranya?
nah, oke, gue mulai tampak gila. Setidaknya gue berusaha jujur dan memberikan solusi buat gue untuk jadi gila buat diri gue sendiri, karena ya... beginilah kalau berjuang untuk hidup waras ditengah ketidak-warasan di sekitar gue. (oke, tanda-tanda pertama gue meracau sudah tampak)
Gue bosen.
bosen jadi anak baik, bosen mau-mau aja jadi boneka tangan orang.
gue amat bosen. :|
tapi gue ga punya siapapun untuk disalahkan. Gue sadar kalo ini ya salah gue sendiri.
terus mau apa lagi dong?
meracau
gue pengen meracau sampe puas, gue pengen tumpahin semua yang ada di otak sampe gila. Tapi gimana caranya?
nah, oke, gue mulai tampak gila. Setidaknya gue berusaha jujur dan memberikan solusi buat gue untuk jadi gila buat diri gue sendiri, karena ya... beginilah kalau berjuang untuk hidup waras ditengah ketidak-warasan di sekitar gue. (oke, tanda-tanda pertama gue meracau sudah tampak)
Gue bosen.
bosen jadi anak baik, bosen mau-mau aja jadi boneka tangan orang.
gue amat bosen. :|
tapi gue ga punya siapapun untuk disalahkan. Gue sadar kalo ini ya salah gue sendiri.
terus mau apa lagi dong?
Minggu, 03 Januari 2010
Speak?
Hai (lagi)
sejujurnya, gue mempunyai banyak, buanyak sekali hal yang ingin gue ungkapkan di blog ini. Soalnya ini satu-satunya blog gue yang bener-bener gue fungsikan sebagai 'blog' yang kurang lebih orang artikan sebagai buku harian di internet. Ah, well, gue sendiri bukan jenis orang yang suka curhat, maaf aja.
Tapi gue pengen memperkenalkan diri, setidaknya. Nama gue Tyas, yah memang gak cuma tyas, ada tambahan nama. Tapi cukup Tyas aja, nama panggilan paling umum yang gue terima dari rumah, sekolah, tempat les, sampai NW. Hmm, apa ya? Sifat? Kalau dari luar, gue; cerewet, playful, sangat iseng, happy-go-lucky (c)Dhilla, dan yah.. Begitulah. Itu kalau dari luar. Kalau di dalemnya... Gue itu asosial, ngambekkan, pendiem, melankolis, dan lebih memilih nangis daripada ketawa.
Bertolak belakang? Memang.
Gue lebih nyaman pake yang dari luar itu. Dan yang di dalem biasanya baru kekuar kalau gue lagi baca buku, yeah.
Gue kelas 12 akselerasi di SMA Labschool, absen 4. Seorang fangirl multifandom yang tergila-gila dengan Jpop dan Kpop. Hm, gue anak bungsu dari dua bersaudara, abang gue sekarang kelas 11 SMM di Perguruan Cikini. Yeah, dia abang gue, jangan tanya kenapa dia jadi adek kelas gue. Panjang ceritanya.
Terus apalagi ya? Ah sudah. Gue dari hape. Ciao.
sejujurnya, gue mempunyai banyak, buanyak sekali hal yang ingin gue ungkapkan di blog ini. Soalnya ini satu-satunya blog gue yang bener-bener gue fungsikan sebagai 'blog' yang kurang lebih orang artikan sebagai buku harian di internet. Ah, well, gue sendiri bukan jenis orang yang suka curhat, maaf aja.
Tapi gue pengen memperkenalkan diri, setidaknya. Nama gue Tyas, yah memang gak cuma tyas, ada tambahan nama. Tapi cukup Tyas aja, nama panggilan paling umum yang gue terima dari rumah, sekolah, tempat les, sampai NW. Hmm, apa ya? Sifat? Kalau dari luar, gue; cerewet, playful, sangat iseng, happy-go-lucky (c)Dhilla, dan yah.. Begitulah. Itu kalau dari luar. Kalau di dalemnya... Gue itu asosial, ngambekkan, pendiem, melankolis, dan lebih memilih nangis daripada ketawa.
Bertolak belakang? Memang.
Gue lebih nyaman pake yang dari luar itu. Dan yang di dalem biasanya baru kekuar kalau gue lagi baca buku, yeah.
Gue kelas 12 akselerasi di SMA Labschool, absen 4. Seorang fangirl multifandom yang tergila-gila dengan Jpop dan Kpop. Hm, gue anak bungsu dari dua bersaudara, abang gue sekarang kelas 11 SMM di Perguruan Cikini. Yeah, dia abang gue, jangan tanya kenapa dia jadi adek kelas gue. Panjang ceritanya.
Terus apalagi ya? Ah sudah. Gue dari hape. Ciao.
Sabtu, 02 Januari 2010
first time
owh, hai?
ini, blog ke-lima gue. menghitung multiply, dua LJ, dan satu blog gue pas masih smp dan udah ga jelas isinya. Blog ini pengen gue bikin lebih serius. sungguh.
er, maksud gue lebih serius adalah; gue pengen bikin blog ini lebih 'berguna' buat gue, dan NW. Hm. Doakan gue berhasil.
-tee
ini, blog ke-lima gue. menghitung multiply, dua LJ, dan satu blog gue pas masih smp dan udah ga jelas isinya. Blog ini pengen gue bikin lebih serius. sungguh.
er, maksud gue lebih serius adalah; gue pengen bikin blog ini lebih 'berguna' buat gue, dan NW. Hm. Doakan gue berhasil.
-tee
Langganan:
Postingan (Atom)
