Rabu, 17 Desember 2014

Halo lagi.


Ternyata saya ingat mengganti email akun ini dengan akun gmail saya. Sisa-sisa kejayaan dimana saya masih cukup fasih menulis. Sementara sekarang yang tersisa hanya kedewasaan yang menyedihkan. Hilang sudah hal-hal yang membuat saya menggali semua inspirasi untuk sekedar menoreh puisi, keindahan datang ketika hati merasakan, dan ketika dia stagnan, keindahan tidak pernah lagi mau hinggap barang sekejap.

Tinggalah otak, tinggalah logika. Untuk kemudian menjadi tidak bermakna.

Apabila masih ada yang membaca, wadah yang sudah dua tahun  berdebu ini ingin saya coba untuk diurus kembali. Mencari keindahan. Apa saya masih bisa menganggap diri saya penulis dan apakah saya masih pantas menaruh 'menulis' sebagai hobi saya atau itu cuma remah-remah masa lalu saja. Mungkin tidak lagi berbentuk diary, hanya tulisan serabutan sesuai keinginan.

Tapi saya sangat rindu menulis. Saya rindu merangkai kata tanpa harus berhubungan dengan logika. Saya rindu menuang segala bentuk cinta pada kalimat padat, atau remahan frasa yang begitu tidak beraturan. Mungkin menyedihkan, bisa jadi menyebalkan.

Yang penting saya ingin bisa memberikan tulisan. Lagi.

Kamis, 15 Maret 2012

well, hello there.

ini sebenarnya pertama dibuat tahun 2009 (kira-kira masa dimana saya tergila-gila sekali dengan kpop), dibuat dalam rangka mengikuti challenge di livejournal, perintahnya kira-kira begini; putar lagu secara random dan tulis sesuatu hanya sepanjang lagu tersebut.

Lalu inilah hasilnya, super tidak jelas, tapi daripada tidak sama sekali (dan ini benar-benar dari tahun 2009, bahkan tidak satu titik pun ditambahkan).

Goodbye my love – 8eight

Hai
Halo
Selamat pagi
Selamat pagi
Apa kabarmu?
Baik, bagaimana denganmu?
Tidak buruk. *senyum*

Begitu, terus seperti itu layaknya roda. Tidak pernah berubah. Kita hanya bertemu pagi hari, kau yang sedang menyiram tanaman dan aku yang sengaja berangkat pagi untuk sekedar melihatmu berdiri dan merawat tamanmu yang indah. Aku bahkan tidak tahu namamu, dan aku tidak yakin apakah kau benar-benar mengetahui dimana aku tinggal.

Untukku itu bukan masalah yang besar. Yang menjadi masalah adalah ketika setiap hari aku menjadi tergantung dengan saat dimana kau benar-benar menjadi candu. Dan aku? Tanpa harapan, berdiri di seberang. Menikmati dirimu, menikmati rupamu. Dan aku..

Jatuh cinta.

Selamat tinggal.
Hati-hati




Neorago – Super Junior


Kau pernah bilang satu hal padaku, aku berarti segalanya bagimu. Saat itu aku tertawa, dalam pikiranku tidak mungkin begitu. Kita tidak saling memiliki, kita hanya kawan baik yang tetap bersama walaupun semua hal datang dan pergi. Mari bilang aku tidak menyukaimu, maka aku berbohong.

Saat ini aku berpikir, mungkin ada gunanya kalau saat itu aku juga berkata hal yang sama. Bahwa hanya kau yang ada dan datang bersamaku. Bahwa hanya untukmu aku akan melakukan apapun, benar-benar apapun. Dan aku tahu Tuhan tahu aku mencintaimu.

Banyak orang datang dan pergi. Tapi ada satu yang harus terus kau percayai.

Aku disini, mencintaimu. Hanya kamu.

Super girl – Super Junior M

Dentuman bass di ruangan, hentakan musik. Kau ditengah lantai dansa, menjadi pusat perhatian. Aku? Di pinggir, menikmati menatap riangnya ekspresi wajahmu, karena hanya saat matahari sudah terbenam dan bulan sudah benar-benar jelas mengintiplah wajahmu berubah menjadi seperti itu. Riang, tanpa beban.

Siapa aku? Mungkin kau bertanya. Aku mungkin hanya akan menjawab bahwa aku adalah penggemar rahasiamu. Tapi aku lebih dari itu. Aku yang tahu bahwa kau menangis setiap kali seseorang itu menamparmu keras.

Dan aku, benci itu. Mengapa kau tidak datang ke tempat ku berada sekarang? Goda aku, supaya aku punya alasan untuk mengenalkan diri di depanmu. Kau yang berharga.

Doushite - THSK

Ada satu pertanyaan yang mau kuajukan kepadamu.
Kenapa kau bisa jatuh cinta kepadaku?

Oke, aku tahu bahwa itu tidak relevan. Aku hanya ingin kau menjawabnya. Dan aku bisa menjelaskan alasanku jatuh cinta kepadamu. Agar aku bisa berkata bahwa aku terpaku, tidak bisa lagi dicabut. Bilang aku aneh, tapi itu perasaanku, aku ingin kau percaya.

Aku jatuh cinta karena kamu begitu indah. Aku jatuh cinta karena kamu begitu berharga. Aku hanya jatuh cinta.

Jadi aku ingin menanyakan satu pertanyaan kepadamu.
Mengapa kau bisa jatuh cinta kepadaku?

Agar aku bisa mengatakan sejuta dan satu alasanku mengapa aku bisa jatuh cinta kepadamu.
Aku hanya jatuh cinta.

Someday for somebody – Kamenashi Kazuya


Ada satu hari spesial, sabtu. Hari dimana aku akan datang ke taman dan melihatmu duduk di ayunan, membaca buku sambil mengayun-ayun tubuhmu. Atau kau duduk di depan air mancur, melemparkan makanan kepada burung-burung yang hinggap. Atau melihatmu hanya melamun di kursi taman, duduk diam selama berjam-jam.

Aku tahu kau tidak pernah tau aku disini. Tapi ada saat dimana aku hanya ingin mengenalkan diriku, bahwa aku ingin kau tahu namaku. Hanya agar setidaknya kau mengetahui namaku, setidaknya kau menyapaku dan aku akan balas menyapamu. Agar setidaknya aku bisa mendengar namaku diucapkan oleh suara halusmu, tercipta dari bibirmu. Dan mungkin nanti aku bisa menjadi temanmu. Atau lebih dari itu. Nanti.

“Hai, boleh tahu namamu? Namaku…”

The one I love – SJ-KRY


Di mana kau hari ini? Apa yang kau lakukan sekarang? Apa kau rindu padaku? Apa warna kesukaanmu masih sama? Apa kau masih sering terduduk diam di depan meja belajarmu dan menghayal tentang kita?

Lima tahun. Waktu yang lama kala kau tidak berada di dekatku, karena sejujurnya aku ingin kau ada disini. Aku ingin kau duduk di sebelahku, bercerita, tertawa, tersenyum. Namun kamu lebih banyak menangis, meski aku tidak tahu kenapa. Tapi lima tahun bukan waktu yang lama kalau kau duduk di depanku, bahkan mungkin aku akan tetap bertahan di tempatku, selama lima tahun hanya dengan duduk dan menatap wajahmu, semua hal lain tidak berarti. Aku tahu itu.

Sedang dimana kau? Mengapa aku merasa bahwa tanpamu aku tidak lagi bisa jatuh cinta?

Selamat jalan.

Hello – Gdragon ft Dara (2NE1)

Halo
Ah, hai, pesanan yang biasa? (senyum)
(nyengir) ya, padahal aku baru dua kali kesini dan kau sudah bilang ‘yang biasa’ ?
(tertawa) ya, dua kali. Satu hari lima kali datang, seperti doa. Bagaimana mungkin bukan ‘yang biasa’?

Awalnya hanya tidak sengaja datang. Jujur, saat aku kemari dua hari yang lalu aku hanya ingin berteduh, menyesap minuman hangat di tengah hujan. Hanya itu.

Tapi ada kau disitu, membuat secangkir minuman kesukaanku dengan senyuman. Manis hingga kupikir aku bisa sakit gara-gara indahnya senyumanmu. Aku memutuskan akan ada disini lebih lama. Dan keluarlah sapaan itu.

“Halo, aku ingin memesan…”

------------------------

sekedar penjelasan, tulisan yang dipertebal merupakan judul lagu dan penyanyi. Terimakasih. :3

Selasa, 09 Agustus 2011

Atsushi Nakazawa



Namanya Atsushi Nakazawa, chara ketiga yang diciptakan oleh gue. Anak ini adalah anak kedua dari lima bersaudara yang kesemuanya tidak memiliki hubungan darah. Sifatnya tenang, sabar, terlalu pasif, 'menerima', dan selalu menyembunyikan perasaannya sendiri.

Anak ini selalu membuat gue sedih. Dengan semuanya yang selalu gue lakukan untuk dia. Dengan cintanya yang akan hilang(yang nanti akan mati meninggalkannya patah hati dan tetap selibat), dengan mimpinya yang mungkin tidak akan tercapai(memiliki satu keluarga utuh miliknya sendiri), dengan keluarganya (adik-adik dan kakaknya yang entah kenapa selalu membuatnya merasa jauh dengan mereka), dan dengan dirinya sendiri; bagaimana dia selalu tidak pernah bisa menjadi lebih dari dirinya yang sekarang.

Lalu, yang paling dan terlalu menyedihkan, bagaimana dia menghadapi semuanya dengan senyuman. Seakan menantang saya untuk menjadi lebih kejam padanya.

Padahal saya begitu sayang dengannya. Sangat. Tapi.... entahlah.

Selasa, 27 April 2010

teruntuk..

...Kita berkumpul bersama bernyanyi dan menari
Ada canda ada tawa, sukaria dan gembira, di dalam hati kita..

[Lagu TO, SMA Labschool]

aku mengutip itu bukan karena itu adalah gambaran kita setiap saat. Tapi kutipan itu lebih berarti daripada hanya 'itu' karena memang begitulah kita. Tidak ada menari, memang, hal itu sangat jarang dilakukan.

Tapi bernyanyi? tertawa? bercanda? tidakkah kita gembira?

Memang tidak selalu gembira. Ada kepedihan disitu, rasa penat, putus asa, isak tangis, tapi kita selalu tersenyum, pada akhirnya.

Aku bukan seseorang yang selalu 'ada' untuk kelas ini. Aku tidak termasuk salah satu yang selalu berinisiatif menjadikan kelas ini akrab satu dan lainnya. Tapi aku adalah bagian dari kebahagiaan ini. Menjadi sulit melepasnya. Karena ikatannya dalam dan membuatku nyaris terbelit, usang.

Banyak yang ingin kulakukan dengan kalian, lebih banyak lagi yang ingin kukatakan. Tapi toh ada saatnya perjalanan kita berakhir. Kita menjalani banyak hal dan kita mengalami banyak hal. Namun sesuatu harus berhenti sebelum memulai sesuatu yang lain.

Akselerasi, dua belas IPA 5, apapun nama kita (even MAKSIM), kita satu. Satu arah, satu tujuan, dan satu.

--Tyas, absen 4 Kelas Akselerasi angkatan 11 SMA Labschool Jakarta--

Sabtu, 03 April 2010

TRUTH OR DARE

Dengan post ini, saya mengakui si Bia mengungguli saya, *walopun ga ngerti dia unggul dimana* =))

Kamis, 11 Februari 2010

Untuk apa ini?
Kelakar kecil diujung pagi
Aku ingin gila
BIar saat kau siksa, aku tak merasa

Ada apa ini?
Pelitur kecil di ujung jari
Mencoba membenarkan
Setelah dengan anggun kau patahkan

Berulangkali kau bilang aku yang salah
Sejuta kali kuucapkan maaf
Namun tak satupun kau dengar

Lalu untuk apa maafku?
Sekedar pemuas dahagamu?
Atau kesia-siaan yang kau cinta?
Biar sia-sia hidupku selamanya

Apa kau peduli?
Tidak usah kau jawab
Aku tahu pasti reaksimu
Akan kau tatap aku dengan remeh

Aku cinta kau
Dulu
Panggil aku patetik
Selalu

-01022010

Jumat, 29 Januari 2010

:3

Fuyu, di mana kau? Apakah kau bisa merasakanku? Aku tersungkur di sini. Memikirkanmu tiap kali. Detik terus berlalu Fuyu, tapi aku tetap tidak bisa melupakanmu. Bagaimana denganmu? Masihkah tak terjamah? Atau kau mulai kelabu?

Aku butuh engkau di sini. Sekedar pemangku hati yang mulai bernyayi. Merintih, perih. Bahkan tanganku mulai tak terasa, padahal aku hanya bisa berbicara lewat nada. Apa aku harus meledak? Biar kutemukan dirimu saat aku jadi abu.

Masih terbayang senyummu yang ceria. Tumpuan kala bintang tak lagi bisa kupuja. Apa harus aku menunggu musim dingin? Biar merah darahku tertetes di salju yang putih. Apa yang harus kulakukan Fuyu? Beritahu aku! Biar tak sia-sia kulit ini kubuka, biar tak merana kala darah ini tercecer. Biar aku, bisa menatapmu. Sekali lagi.

-satu catatan penuh makna untuk Bia.
25.01.10